kumpulan cerpen terbaik anak bangsa 2011

cerpen adalah kependekan dari cerita pendek banyak orang menyebutnya seperti itu pada kali ini kami misbachudin.com memberikan kumpulan cerpen terbaik karya anak bangsa.
cerpen untuk edisi perdana ini kami berikan yang berjudul Warisan karya Adek Alwi, isi dari cerpen ini sangat menarik untuk dibaca, kumpulan-kumpulan cerpen ini akan kami berikan kepada anda yang ingin mencari kumpulan cerpen.
baik untuk bahan ajar mata pelajaran Bahasa Indonesia juga untuk bahan-bahan bacaan pribadi anda.
cerpen ini berjudul WARISAN dan ceritakan tentang warisan harta tinggalan entah itu berupa harta apa yang jelas anda akan tertarik untuk membaca.
cuplikan dari cerpen warisan karya adek alwi
Kulihat ke luar. Matahari menjalari pohon, daun, halaman, masuk ke beranda menjilat tubuhku dan tubuh kakek. Kakek terkekeh. Mukanya berseri, mata berbinar. Badanku hangat segar.
“Mengapa matahari Kakek hormati?”

Kakek terus tertawa. Hahaha! Ayamnya terus berkotek. Kambing mengembik. Ia buka kandang dan ayam berhamburan dari kolong rumah. Kakek terkekeh menebar padi. Ayam berebut. Loncat ke tangan, turun, berkotek, berkeliaran mengais makan di parak. Bulunya berkilau disinari matahari: merah, putih, hitam, cokelat, kurik. Jengger mereka tambah merah, segar.
“Ayo!” Kakek melambai, melangkah ke samping rumah.
“Jangan mau!” desis abangku. “Pasti disuruh memberi makan kambing!”
Mendengar itu aku malah tertarik. Siapa tahu boleh menunggang kambing bak koboi naik kuda. “Dungu! Tolol!” abang tak lagi mendesis. Aku bergegas ke halaman belakang.
Kakek telanjang dada di belakang. Bajunya tergantung di pohon jambu, tubuh berkilau-peluh. Kambing-kambingnya mengembik, berdesak berebut daun singkong, daun jagung, kulit pisang, yang diaduk-aduk kakek. “Tambah kencingmu juga boleh,” jawabnya saat kutanya. “Kencinglah!”

Kudekati kambing jantan besar. Dia curiga, siap menyeruduk. Kakek terkekeh menyemangati. “Pegang tanduknya! Putar tubuh, ayun ke punggungnya!” Tak mudah. Kambing menggeliat, meronta, dan kami bergulat. Kuat sekali dia. Juga bau. Aku kian bernafsu menundukkan. Berkali-kali aku terjerembab. Dada, muka, perutku, cemang-cemong dilumur tanah dan keringat. Napas sengal-sengal. Kakek terus menyemangati. Matahari juga. Tambah hangat mencium wajah dan tubuhku.
Akhirnya, berhasil kunaiki kambing itu. Kujepit perutnya dengan lutut sampai mengembik-embik, tapi tetap tak mau lari. Aku dan kakek tertawa lagi. “Hahaha!”
“Kakek! Kopi Kakek!” Kakak perempuanku muncul di pintu dapur, terbelalak melihatku di punggung bandot. Muka dan tubuhku kumuh, berpeluh, bau

agar lebih seru dan asyik bisa anda dapatkan cerpen Warisan karya adek alwi bisa anda download disini.

You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “kumpulan cerpen terbaik anak bangsa 2011”

  1. novi says:

    cerpen yang luarrrrrrrrrrrrrrrr biaza

Leave a Reply